agama dr tan shot yen
ViaFlickr. Josie Taylor | June 29, 2021. A heat wave is crossing the Pacific Northwest, and is breaking previous temperature records. Portland, OR reached 112ºF on Sunday. Previously the record was 108ºF in 1981. Dustin Guy, a meteorologist in Seattle, WA said he has never seen anything like this.
Informationabout COVID-19 vaccines including how to book, vaccine eligibility and where to get your vaccination
Dr dr. Tan Shot Yen, Dokter, Health influencer, Ahli Gizi Masyarakat berpendapat, stunting itu adalah suatu kondisi kronis yang sangat merugikan bagi seorang anak. Jadi siapapun yang siap "membuat anak" di masa depan harus siap dalam mencegah stunting.
Category “SAYA PILIH SEHAT & SEMBUH” Dr Tan Shot Yen Tag: “SAYA PILIH SEHAT & SEMBUH” Dr Tan Shot Yen. Description Reviews (0) Description. Pola asuh berubah Pola komunikasi berubah Pola edukasi juga berubah Tapi ada yang sama sekali tidak mungkin berubah: kodrat hidup, karena itu fitrah.
Ceservice gratuit de Google traduit instantanément des mots, des expressions et des pages Web du français vers plus de 100 autres langues.
Rencontrer Les Acteurs De Plus Belle La Vie. Tulisan ini sudah pernah dipost sebelumnya di blog saya pribadi pada tanggal 18 Juli 2010. Saya repost di sini karena topiknya berkaitan dengan resmi saya dengan dr. Tan Shot Yen terjadi baru-baru ini, sekitar 3 minggu lalu tepatnya. Nama itu bukan nama yang baru saya denger sebelumnya karena si-dokter-yang-sering-disebut-namanya itu sudah sering disuarakan Arief sejak 2 tahun lalu. Makin sering disebut, rasa penasaran saya pun semakin meningkat ditambah dengan derasnya informasi kesehatan yang sering saya dan Arief Tan Shot Yen adalah seorang pemerhati nutrisi dan menjadi salah satu “dokter” yang ngetop di keluarga Arief karena pengajaran pola makan yang kontraversial’. Beliau dan juga ayahnya yang ngetop juga, dr. Tan Tjiauw Liat menganut pola makan sayuran mentah raw food. Dr. Yen rutin mengisi kolom nutrisi di tabloid NYATA dan menulis di majalah bulanan pola makan raw food ini kebetulan ada yang pernah posting di sini. Trus klo pengen baca artikel KOMPAS mengenai si ibu dokter bisa diliat di pola makan tersebut sukses membuat berat badan Arief sekeluarga turun. Tapi yang perlu dicatat adalah bahwa tujuan mengikuti pola makan dr. Yen bukan semata-mata untuk nurunin bobot tubuh, melainkan untuk kesehatan jangka panjang. Banyak sekali pasien yang datang dalam kondisi stroke, pernah kena serangan jantung, atau diabetes, setelah mengikuti pola makan yang dianjurkan si ibu dokter, beberapa bulan kemudian sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Salah satu tetangga deket rumah, yang tadinya kolesterol parah dan pernah kena serangan jantung, divonis umurnya tidak panjang lagi, sekarang sehat bugar akibat disiplin mengikuti pola makan dr. ini cerita saya waktu pertama kali ketemu tatap muka *kuliah kalee… dengan dr. itu sebenenarnya Arief mau berkonsultasi sama dr. Yen soal mama mertua. Mengenai mama ini ceritanya bisa satu blog sendiri lagi. Begini, sejak pulang dari China awal Mei, mama sakit urat kejepit. Uda berobat ke mana-mana. Disuntik dokter uda. Ga cuma 1 dokter yang nyuntik, uda 3 dokter loh. Ke Chiropracter uda. Dipijat juga udah. Ke Sinshe juga uda. Akupuntur udah. Hydrotherapy juga uda. Apalagi yang belum coba selain operasi? Soalnya si mama ga sabar, pengennya cepet sembuh aja, makanya rajin mencoba-coba. Entah karena painkiller yang ga cocok atau ada efek lainnya, suatu hari si mama muntah-muntah. Frekuensi muntah yang tinggi sehingga akhirnya kami putuskan untuk dibawa ke RS. 24 jam setelah dirawat, mama kejang dan Selasa subuh tidak sadarkan diri sehingga masuk cerita, dari hasil lab diketahui bahwa penyebab ketidaksadaran mama malam itu adalah rendahnya kadar natrium dalam darah. Ini pengetahuan baru bagi kami semua. Selama ini, saya mah taunya klo kadar gula dalam darah drop, maka rasanya puyeng deh. Kliyengan yang bisa bikin limbung. Baru enakan klo uda minum yang agak manis. Ternyata kurang natrium juga berdampak bahaya bagi tubuh, apalagi otak. Pantesan, beberapa jam sebelum tidak sadar itu, si mama menunjukkan gejala yang aneh. Malam itu, mama bisa nanya 1pertanyaan yang sama berulang-ulang seperti orang pikun. Saya ngerasa aneh banget, secara si mama ga pernah begitu sebelumnya. Tapi saya mana kepikir klo itu ada hubungannya dengan dropnya level natrium dalam darah?Kembali ke cerita dr. itu Arief datang untuk berkonsultasi dengan dr. Yen. Begitu selesai mendengar kisahnya dari Arief dan membaca hasil lab, si ibu dokter tidak sungkan menunjukkan rasa heran dan kecewanya dengan nada suaranya yang khas tegas dan super galaaakk!! hahahaha, kenapa si mama yang setahun sebelumnya datang dalam kondisi sehat bugar, tau-tau bisa masuk ICU. Katanya, pasti pola makannya yang salah dan tidak konsultasi, malah saya yang dijadwalkan untuk bertemu dengan dr. Yen. Loh kok malah saya jadi berobat? Ga cuma karakter si ibu dokter yang laen daripada yang laen. “Cara” mengobati pasien juga tergolong antik. Pasien lama, artinya pernah datang berobat, boleh datang berobat pada pukul – setiap hari Senin hingga Jumat. Lalu pasien baru mulai ditemui mulai pk. jangan cepat membayangkan one-on-one session di pk. 11 ini. Yang terjadi adalah semua pasien baru beserta keluarga atau siapa aja yang nganterin dikumpulkan dalam ruangan prakteknya, lalu mulai deh dr. Yen “berceramah” mengenai pola makan sehat yang durasinya bisa… 3 jam!! *my personal advice kudu makan dulu klo mau ketemu dr. Yen supaya ga kelaperan di tengah-tengah ceramah*Lalu, segera hapus bayangan seorang dokter berkata-kata memberikan nasehat medis dengan nada ramah dan suara yang lemah lembut. Baru sekali ini saya ke dokter, di mana pasiennya adalah misalnya bapak yang stroke, berjalan pincang, begitu duduk langsung diomelin sama dr. Yen!“Pak, ngapain jalannya gitu, kaki diseret-seret. Mau keliatan kayak orang cacat?” — diucapkan dengan nada suara kenceng menggelegar, dan semua pasien di ruang tunggu juga denger “Jadi ibu bilang sayang anak? Tapi kalo Ibu buka kulkas, minum coca cola, ibu ga inget klo Ibu uda nyusahin anak Ibu, musti nganterin Ibu berobat kencing manis ke mari??” — kata dr. Yen kepada seorang ibu penderita diabetes kalimat sindiran super pedes kayak gitu, gmana ga deg-degan klo berobat ke sana??Naaah… berkaitan dengan posting saya sebelumnya, dr. Yen ini juga salah satu orang yang melarang konsumsi susu. Menurutnya, susu itu cuma asupan anak-anak maksimal 2 taon dengan catatan, susunya juga kudu ASI, bukan susu formula. Kebutuhan kalsium yang dibutuhkan manusia tidak seharusnya diambil dari susu olahan tetapi dari sayuran plus berjemur di bawah matahari pagi sebagai komplemen vitamin D sebelum jam 9 pagi setiap harinya sst, dugaan saya dan Arief, dr. Yen baru praktek sesudah jam 9 karena sebelumnya dia ambil waktu berjemur demi vitamin D itu .Waktu saya cerita sama temen saya yang berprofesi dokter mengenai larangan dr. Yen tentang susu, temen saya langsung ngomel-ngomel. Dia sama sekali ga setuju dengan pendapat itu dan tetap percaya pada khasiat susu. Menurutnya, selama semua dimakan dalam dosis seimbang, maka mustinya baik-baik aja dan tidak berbahaya. Intinya, balanced life. Ada benernya juga. Nah, giliran saya sebagai pasien yang puyengGa cuma susu yang dilarang, tapi dr. Yen juga tidak merekomendasikan minum jus buah !!. Alasannya, buah setelah dijus mengandung kadar gula yang tinggi, berbeda jika dimakan langsung dikunyah. Kadar seratnya lebih tinggi. Waah… Padahal saya doyaaaann banget sama jus buah. Itu kan enak banget… Gampang buatnya, segeeer… praktis dan berguna banget buat melancarkan bab. Sebelum menikah, setiap pagi saya minum jus buah kasar tanpa gula yang isinya tomat, wortel, apel merah, apel hijau, pir, kiwi dan stroberi. Itu uda jadi menu sarapan tetap saya selama 2 taon. Saking ga relanya kesukaan saya dibilang ga sehat, Arief dan saya pernah berdebat mati-matian mengenai jus buah ini. Memang saya belakangan jarang minum mix juice kayak dulu, tapi saya tetep cinta sama jus buah hehehe…Selain susu, dr. Yen juga musuhan sama nasi dan produk karbo lainnya. Menurutnya, kecuali aktivitas kita itu bertani, there’s no point eating rice. Dr. Yen bilang, nenek kita dulu makan nasi dan sehat, soalnya kerja keras, bertani dan berladang. Lah orang sekarang, makan nasi sebakul padahal aktivitasnya tidak seberat nenek jaman dulu yang bertani. Yah masuk akal juga sih. Klo menurut saya pribadi mah, kadar karbo yang masuk dalam tubuh perlu ditakar sesuai aktivitas saya. Selama saya lebih sering duduk di kantor, makan nasi kebanyakan emang bikin cepet ngantuk dan perut buncit hihihi…Timbul pertanyaan Ini itu ga boleh. Jadi apa dong yang boleh?Yang direkomendasikan, disarankan, dihimbau dr. Yen adalah… makan salad sayuran mentah dengan selada bokor sebagai bintang utama. Temen makan salad ini boleh paprika, tomat cherry, timun, strawberry, apel, alpukat, pir dan jeruk. Perhatian, ga boleh pake duren! Dressingnya cuma boleh olive oil. Dimakan setiap hari sesuai jadwal makan seperti biasa. Daaaan… tidak lupa banyak minum air putih! bukan soda*ssstt… di rumah, biar ga bosen, sesekali kami tambahkan potongan keju mozarella atau peperoni hihihi…Pada dasarnya, dr. Yen percaya bahwa manusia adalah makhluk organik, maka sebaiknya banyak makan makanan yang organik, alami dan tidak mengandung bahan salad selada segar, dr. Yen juga mengajarkan perlunya asupan reguler vitamin C dosis tinggi, vitamin E dan Omega 3. Menurutnya tubuh kita tidak bisa memproduksi vit C sendiri jadi harus dibantu dari luar. Klo lagi ga enak badan, dosis yang dianjurkan ga tanggung-tanggung, 6 tablet sekali minum!*saking gencarnya informasi pola makan ini disampaikan, sebelah ruko tempat dr. Yen praktek di bilangan BSD sekarang ada counter penjualan Omega 3 yang mengambil keuntungan atas anjuran’ ini. Padahal si toko sebelah itu ga ada hubungan bisnis sama sekali sama dr. Yen loh!*Omong-omong minyak ikan Omega 3, saya pernah posting mengenai squalene di sini. Sejak saat itu saya mengurangi konsumsi minyak ikan Omega 3. Tapii… belakangan ini saya kembali coba rutin meminum Omega 3 secara itu yang disuruh sama dr. Yen, jika seseorang patuh mengikuti saran pola makan ini, tidak hanya tubuh sehat yang diraih, tapi ada bonus-bonus lainnya kuku kuat, rambut sehat bercahaya dan bibir yang tidak kering. Hmmm… saya penasaran juga, andaikan saya mengikuti pola makan sehat ala dr. Yen, at least 80% saja, siapa tahu saya bisa lepas ketergantungan dengan dr. Yen juga uda ngeluarin buku berjudul Saya Pilih Sehat dan Sembuh setebal 128 halaman. Setelah selesai baca, menurut saya isi buku tersebut agak mirip dengan buku The Miracle of Enzyme-nya Prof. Dr. Hiromi Sinya. Yang terakhir ini pembahasannya lebih pola makan dr. Yen ini memang sehat dan terbukti manjur. Buktinya, banyak pasien yang sembuh dari penyakit lamanya setelah menjalani pola makan ala dr. Yen dengan menurut saya pribadi terkadang makan salad itu tidak selalu praktis. Selada bokor harus dicuci bersih dengan air mengalir, lalu disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas. Ini tidak sulit, yang penting telaten. Jika dibawa ke kantor/ke tempat kerja, sebaiknya diletakkan di lemari pendingin. Yang agak sedikit repot adalah jika di tempat kerja tidak ada kulkas, maka perlu bawa cooler box sendiri atau tas yang berpelapis aluminium foil untuk menjaga salada tetep seger dan terasa kres kres ketika lagi pas di rumah aja si enak ya. Gmana klo lagi traveling ke luar negeri dong? Kok kayaknya repot juga yaa untuk bikin salad sendiri. Klo beli terus di restoran pasti biayanya tidak murah. Terpaksa deh… ritual makan saladnya dikorbankan selama liburan hehehe…Jika ada yang berminat, ini alamat praktek dr. Tan Shot YenKomplek Perkantoran CBD – BSD City Sektor Blok G No. 22Ruko Sebelah Teraskota – SerpongTelp. 021 531 64347 atau hp. 0856 271 2067Sekali konsultasi biayanya …… Harga sudah berubah, tolong di cek kembaliJatinegara, 19 Juli 2010 — kampanye makan salad!
Biodata Dr Tan Shot Yen Agama. Born 20 june 1994 is a taiwanese badminton player. Padahal makan sahur penting ketika akan menjalankan puasa. Penjelasan dr Tan Shot Yen soal Makanan dan Olahraga yang Cocok untuk from Pesan dr tan bagi keluarga yang akan mulai mpasi saturday, 26 jun 2021 1605 wib. Dokter sekaligus ahli gizi komunitas dr tan shot yen mengatakan, memproses makanan dengan cara menggoreng bisa menimbulkan senyawa bernama akrilamida. Biodata cherrybelle lengkap dengan agama dan perso. Anak Kepada Pasangan Datuk Francis Xavier Kitingan Sabanau Dan Lucia Laimah Imbayan. Irmadani intan pratiwi 4 jam lalu wanita yang sedang hamil tidak disarankan melakukan perawatan pengencangan vagina, begini alasannya Mendadak sontak tiket pesawat jurusan papua habis terjual, walaupun tidak semua komunitas masyarakat ikut menggalang dana apalagi siap berjihad seperti waktu palestina dan rohingya didera politik agama. Tan shot yen, pada sidang terbuka disertasi doktoralnya, selasa 4/3 lalu. Diputerakan Pada 22 November 1958 Duli Yang Maha Mulia Sultan Ibrahim Dididik Dan Diasuh Untuk Menjadi Seorang Raja Yang Cerdik, Berpengetahuan, Berwibawa Dan Berdaulat. Ahli gizi masyarakat, dr dr tan shot yen menjelaskan, puasa sebenarnya akan membuat seseorang lebih sehat karena makan lebih teratur yakni hanya ketika sahur dan. Menurutnya, waktu berjemur badan yang tepat di bawah sinar matahari adalah sekitar pukul. Rasanya mau terbang ke langit ketujuh. Pola Makan Super Sehat Ala Dr. Dokter tan shot yen dikenal sebagai seorang dokter yang kritis dan sering diundang sebagai pembicara dan narasumber di berbagai seminar. Jeffrey kitingan dilahirkan pada 22 oktober 1947 di kota marudu, crown colony of north borneo kini sabah, malaysia; Tan shot yen kurang tahu ini orang muslim apa kafir? Biodata Cherrybelle Lengkap Dengan Agama Dan Perso. Saat menikah dengan ahok, usia veronica tan 19 tahun. Model pemberdayaan baru ini dipresentasikan dr. Kodrat hidup, karena itu fitrah Disertasi Berjudul “Metode Pemberdayaan Terhadap Penyandang Dewasa Diabetes Tipe 2 Untuk Meningkatkan Asupan Sayur Dalam Mencapai Kontrol Glikemik†Ini Berhasil Dipertahankan Di Hadapan Tim Penguji. Berikut pola makan super sehat ala dr. “kita berjemur badan bukan untuk mematikan virus yang ada di dalam badan atau mematikan semua yang nempel di tangan atau tubuh kita,†ujarnya. Tan, demikian beliau akrab dipanggil, adalah salah satu ikon dunia kesehatan kelas utama di indonesia, terutama saat pengobatan naturopati mulai mewabah akibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan konvensional.
detikHealthJumat, 08 Apr 2022 0300 WIB Ingin Puasa Tapi Ada Riwayat GERD? Ini Tips Sahur Sehat Ala Dokter Gizi Ahli gizi dr Tan Shot Yen membagikan tips sahur sehat bagi pengidap penyakit asam lambung atau GERD. Asal tahu caranya, puasa tidak bikin GERD kambuh kok. detikHealthJumat, 08 Jan 2021 0620 WIB Ahli Gizi Beberkan Makanan-Minuman yang Sebaiknya Dihindari Pasien Corona Ahli gizi menyebut makanan yang mengandung banyak gula, garam, lemak, dan penguat rasa sebaiknya dihindari pasien COVID-19. Makanan dan minuman lain disarankan. detikHealthSabtu, 27 Jun 2020 0455 WIB 3 Tips Mengolah Jamur Enoki yang Telanjur Dibeli Agar Bebas Listeria Jamur enoki asal Korea Selatan dikaitkan dengan wabah listeria di sejumlah negara. Kalau telanjur beli, bagaimana cara memastikan aman atau tidaknya? detikFoodRabu, 24 Jun 2020 1800 WIB Bahaya Mie Instan, Makanan Susah Dicerna yang Picu Obesitas dan Hipertensi Bahaya mie instan kini tengah jadi perbincangan. Bermula dari pengakuan seorang pria asal Bogor yang sampai muntah darah karena terlalu sering mengonsumsinya. detikHealthRabu, 29 Apr 2020 1759 WIB Tak Dianjurkan Langsung Makan Berat Saat Berbuka, Ini Alasannya Ahli gizi tak menyarankan makan terlalu banyak saat berbuka puasa. Yang terpenting adalah rehidrasi, tak perlu buru-buru makan berat. detikFoodJumat, 20 Mar 2020 1530 WIB Ini Contoh Menu Sehat untuk Keluarga Selama Karantina dari Ahli Gizi Mengonsumsi makanan sehat penting selama masa karantina. Juga untuk anak yang terbiasa jajan di luar. Ahli gizi ini beri contoh menu sehat untuk keluarga. detikFoodJumat, 25 Okt 2019 1730 WIB Makan Es Krim Bikin Gemuk dan Batuk? Ini Kata Ahli Gizi Es krim sering disebut bikin gemuk dan picu batuk. Banyak orang pun menghindari konsumsinya. Benarkah hal ini? detikFoodMinggu, 11 Agu 2019 1500 WIB Tips Sehat Ahli Gizi Soal Kalori hingga Olahan Daging Kurban Sebelum kalap menyantap hidangan Idul Adha, simak dulu tips penting dari ahli gizi. Mulai dari kalori hingga olahan daging kurban yang lebih sehat. detikFoodJumat, 26 Jul 2019 1230 WIB Pria Ini Tewas Usai Minum Air Es Setelah Olahraga, Ini Faktanya Pria 48 tahun di China tewas usai main bola dan minum air es. Banyak orang menduga air es jadi penyebab kematiannya. Seperti apa faktanya? detikHealthJumat, 24 Mei 2019 0310 WIB Menggemuk Saat Puasa Sudah Setengah Jalan? Ini Saran Pakar Nutrisi Puasa sudah lebih dari setengah jalan. Ketika makan dan minum serba dibatasi, kenapa sebagian orang malah mengalami berat badan?
- Lebih dari dua minggu mengisi topik utama hampir seluruh media cetak dan elektronik, kasus gizi buruk Asmat menyedot perhatian semua orang. Mendadak sontak tiket pesawat jurusan Papua habis terjual, walaupun tidak semua komunitas masyarakat ikut menggalang dana apalagi siap berjihad seperti waktu Palestina dan Rohingya didera politik agama. Yang pasti, banyak pihak lebih gencar melemparkan kritik atas kinerja pemerintah atau mempertanyakan ke mana larinya dana pembangunan elak profesi dokter menuai hujatan, seakan-akan sekolah hanya demi gengsi, bukan untuk mengabdi pada negri. Iming-iming 14 juta rupiah gaji per bulan tak digubris membuat Pak Bupati terheran-heran. Padahal, lebih mengherankan lagi jika beliau tidak menyadari bahwa ini bukan perkara uang. Bahkan, jumlah segitu’ dalam waktu singkat habis hanya untuk kompensasi bahan bakar speedboat puskesmas keliling atau menghantar pasien ke rumah sakit. Kengerian seorang dokter bukan karena menghadapi kasus gawat darurat di meja operasi, melainkan saat dia tidak berdaya menghadapi anak kelaparan setiap hari dan perempuan meregang nyawa saat melahirkan tanpa fasilitas bedah sesar. [Baca juga Papua, Mereka Dimiskinkan di Tanah yang Kaya]Yang ingin saya tarik sebagai sudut pandang, justru cara-cara orang yang hidup di luar kantong-kantong kemiskinan kesehatan, menolong’ masyarakat yang dianggap butuh bantuan. Impulsivitas sesaat karena rasa iba, bila tidak terarah justru akan menjadi bumerang. Tak usah jauh-jauh ke Papua, hanya dua jam sedikit bermobil keluar dari Jakarta, masih ada seorang ibu yang menggendong anak tulang berbungkus kulit menunggu kedatangan sinterklas berkala’ – yang selalu disambutnya dengan mata berbinar, karena dibawakan beberapa kotak susu bermerek, amplop berisi uang, sekarung kecil beras, ditambah gula, minyak goreng dan teh. Padahal, anaknya menderita TBC dan kurang darah akibat gangguan gizi yang dideritanya. Tenaga puskesmas bukanlah satu-satunya penggerak mobilisasi kesehatan. Jika begitu banyak sektor usaha dan upaya penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara juga dipegang unsur swasta, maka kontribusi publik dan masyarakat umum di ranah kesehatan juga memegang andil besar akan terciptanya kondisi hidup sehat yang diinginkan. Sayangnya, sinkronisasi tindakan dan kontribusi itu tidak terjadi, sehingga pelbagai aksi dan kegiatan memberi dampak yang bukan hanya tidak signifikan, tapi justru berbalik sebagai counter effect’.
Pasien milenial memang tak ada duanya dibanding -tak usah jauh-jauh- pasien jaman sepuluh tahun yang lalu. Sebenarnya, kasihan juga para dokter yang masih mengandalkan cara praktek kuno pasien datang, ditanya keluhan, di’periksa’ ala kadarnya – lalu diberi resep dan selesai. Lebih gawat lagi jika yang jadi pasien adalah penderita langganan’ – yang sebetulnya bertemu dokter hanya karena butuh resep ulangan entah itu obat diabetes, hipertensi, kolesterol, pengencer darah dan selama ini dianggap menyelamatkan nyawa – tanpa harus mengubah perilaku penyebab pasien seperti ini tipikal ditemui di poli rawat jalan rumah sakit dengan layanan asuransi yang antrinya sejak subuh, atau poli puskesmas yang lucunya paling sesak berjejal di hari Senin atau Jumat. Pasien milenial tidak akan sudi turut mengantri dengan cara begitu. Mereka biasanya mudah ditemui di praktek-praktek swasta yang dokternya ramai dibahas di medsos baca komunitas khusus atau yang dokternya terkenal karena pasiennya kelas papan atas. Menangani pasien begini ada sensasi ngeri-ngeri sedap’ tersendiri. Pertama, pasien biasanya datang dengan satu tas hasil pemeriksaan yang kerap kali mereka periksa ke laboratorium sendiri tanpa pengantar dokter dan satu lembar daftar pertanyaan. Sidang disertasi saja kadang kalah tegang. Kedua, dokter harus siap menjadi wasit bagi pasien yang justru membutuhkan opini ketiga – atau bahkan – ke empat’. Setelah ia lelah jajan dokter keliling nusantara, bahkan dunia bila perlu. Ketiga, siap-siap tepok jidat mendengar pasien menghujat dokter yang dikunjungi sebelumnya bahkan memutuskan henti obat mendadak karena setelah melakukan proses telaah literatur’ baca googling ternyata ia menemukan obatnya punya banyak efek samping yang mengkhawatirkan’. Keempat, jangan syok bila pasien jika ditanya,"Jadi,....tujuan anda menemui saya?” Maka jawabnya,”Mau sembuh!” padahal ia dalam kondisi kanker lanjut dengan anak sebar di mana-mana dan saya sendiri bukan spesialis onkologi. Dengan kata lain, di saat pasien menyerah dengan penyakitnya, maka dokter diharapkan pasien menjadi dukun ajaib. Pernah ada kejadian seorang pasien wanita berperawakan kurus pucat datang ke saya dengan tanpa keluhan’ kecuali ingin mendapatkan panduan hidup lebih sehat lagi’. Mati-matian beliau mengatakan hidupnya baik-baik saja. Bahkan sudah lama mengikuti pola makan ajaran kenal saya saja belum. Setelah usut mengusut ternyata ia rajin membaca bermacam-macam buku kesehatan, rutin membuka video di ponsel dan mendapat terusan informasi dari teman-temannya yang katanya mantan pasien saya. Dengan rasa penasaran bercampur ngeri, saya berhasil mengorek apa yang diyakininya sebagai pola makan sehat’. Setiap pagi hanya makan sayur dan buah – itupun dibela-belain’ yang organik, plus madu yang harganya ratusan ribu. Telur pun hanya dimakan bagian putihnya. Tidak lagi makan tempe tahu, karena takut berisiko kanker payudara sebab ibunya meninggal terkena kanker payudara. Tidak lagi makan makanan laut takut saya desak ilmunya dari mana, ia kukuh menjawab “Kan saya baca, Dok! Itu dari penelitian loh. Kan dokter sendiri kata teman saya bilang bahwa kuning telur itu ada kolesterolnya!” – suaranya makin tinggi dengan mata membulat hampir loncat dari dari rongga cekungnya. Menghadapi pasien model begini, kesabaran tingkat dewa amat diperlukan. Hingga akhirnya kebenaran muncul satu-per satu. Mulai dari nama saya yang dicatut sana sini karena akhirnya ia membuka pesan berantai dari ponselnya – yang dengan ngeri pesan itu diberi imbuhan pribadi si penulis pesan peringatan keras tentang bahaya sumber pangan tertentu, dan penganiayaan istilah kolesterol sebagai momok yang berhasil meningkatkan derajat panik pembacanya. Sebagai dokter, memberi ceramah atau seminar rupanya harus tegas pula memperingatkan publik bahwa ilmu pengetahuan itu tidak bisa seenaknya dicatut, dicaplok lalu disambung-sambungkan dengan tafsir pribadi. Tidak salah bila dokter menyebut kuning telur mengandung kolesterol – tapi bahwa gara-gara sehari mengonsumsi satu butir telur beserta kuningnya apakah kolesterol langsung melejit? Ini sama sekali ngawur. Bahkan dalam publikasi Harvard School of Public Health jelas-jelas disebutkan, 80% kolesterol manusia dibuat sendiri oleh hatinya. Kok bisa? Tentu, karena manusia juga butuh kolesterol. Dalam limit normal pastinya. Setelah ngobrol’ panjang lebar sambil meluruskan masalah, pasien wanita tadi akhirnya mengaku telah sekian lama bermain dokter-dokteran’ sendiri karena paranoiditasnya terhadap praktek dokter. Ia juga mengamini akibat bermain dokter-dokteran itu pola haid berubah, rambut rontok, dan teman-temannya mengatakan ia mudah tersinggung apalagi jika dibilang badannya terlalu kurus. Ia pun terkecoh dengan banyak bacaan internet yang menyitir istilah penelitian’. Ternyata ia tidak paham bahwa penelitian banyak derajatnya, untuk bisa dipercaya apalagi dijadikan pedoman baku. Sebuah studi kasus dan penelitian meta analisis, di mata cendekia punya derajat kesahihan yang amat jauh berbeda. Di akhir pembicaraan dengan pasien itu, saya menitipkan pesan bahwa semua yang disebut sehat harus juga punya nilai seimbang. Amat tidak normal sarapan hanya diisi sayur dan buah – walaupun tidak ada yang menyangkal buah itu sehat. Ikan dan semua hasil laut, masih aman disebut sehat kok. Jika tidak, bangsa Jepang sudah punah sejak kapan-kapan. Mereka pemakan seafood terbesar di muka bumi. Tapi mengapa bangsa Indonesia dan Cina pemakan seafood yang sama lalu kolesterolnya acakadul? Jawabannya ada di cumi goreng tepung cocol mayones, kepiting saus tiram yang tidak ada tiramnya, dan udang pancet goreng mentega plus nasi putih setengah bakul. Padahal kita sejak lama mengenal pepes udang atau capcay kuah seafood. Mungkin karena hujatan kuno dan tidak kekinian – karma besar akhirnya menerpa. Justru sebaliknya, produk industri yang katanya memenuhi gizi seimbang’ tidak mungkin disebut pangan sehat – karena sudah masuk kategori ultra proses. Tulisan panjang ini barangkali dapat membuat kita mundur sejenak untuk tidak gegabah menerapkan gaya dokter on line’ atau lebih gawat lagi membiarkan publik tanpa literasi mendalam mengakses interpretasi hasil pemeriksaannya dengan aplikasi canggih, memesan obatnya sendiri, mereka-reka sendiri bagaimana prognosis penyakitnya, belum lagi jika ia mendadak berganti profesi menjadi dokter tanpa sertifikasi’ bagi keluarganya. Sekolah jadi dokter itu amat lama, menghabiskan usia dan kesabaran bahkan. Bukan soal ilmunya banyak dan kompleks, tapi kematangan dokternya sendiri sebagai pengemong keberlangsungan hidup manusia perlu melalui proses yang benar dan baik. Ilmu kesehatan barangkali satu-satunya keilmuan yang menjadi titik temu sains, perilaku , kearifan, etika tanggung jawab dan antroposentrisme yang menemukan kejayaannya sejak abad pencerahan. Di tangan yang salah, semuanya bakal jadi masalah. Di tangan yang benar, suatu bangsa bisa tumbuh jadi besar. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
agama dr tan shot yen