salah satu contoh sifat konsumtif adalah
PengertianPerilaku Konsumen Menurut Para Ahli. 1. Engel, Blackwell, Miniard. Perilaku konsumen adalah perilaku produk dan layanan, termasuk proses pengambilan keputusan yang memulai dan mengeksekusi perilaku pembelian. Tindakan secara langsung terlibat dalam proses tidak mendapatkan, mengkonsumsi, atau membuang atau menggunakan produk atau
Laluapa sih ciri-ciri orang yang memiliki gaya hidup konsumtif? Rasa Gengsi Yang Tinggi Sifat yang satu ini memang kerap kali menjadi suatu pendorong bagi seseorang untuk bersikap konsumtif dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. agar mereka terlihat mampu dimata orang lain, terutama dari segi finansial.
untukmeneliti bagaimana perbandingan perilaku konsumtif mahaiswa yang memiliki usaha dan tidak memiliki usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan perilaku konsumtif mahasiswa yang memiliki usaha dan tidak memiliki usaha. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reserch). Penelitian ini
Gambardiatas adalah salah satu contoh dari dampak modernisasi. Modernisasi yang terjadi di masyarakat di tandai dengan adanya . A perubahan dari alat tradisional menjadi alat modern B pencemaran lingkungan C pembangunan berbagai industri di segala aspek kehidupan D perubahan kehidupan manusia di masyarakat
Perilakukonsumtif adalah salah satu efek negatif yang muncul karena adanya perkembangan teknologi. Selain itu, meningkatnya gaya hidup masyarakat pun menjadi salah satu penyebab berkembangnya perilaku konsumtif saat ini. Penyebab dari perilaku konsumtif adalah bisa jadi dari sifat dan juga cara setiap masing-masing orang dalam bersikap
Rencontrer Les Acteurs De Plus Belle La Vie. Pintu Blog/EkonomiUpdatedJune 15, 2022 • Waktu baca 5 MenitAuthorCornelia LymanTopikgaya hidup borosBagikanArtikel TerkaitKredit Produktif dan Konsumtif Pengertian dan ContohnyaJanuary 26, 2022Kredit Produktif dan Konsumtif Pengertian dan ContohnyaJanuary 26, 2022Bahaya, Ini 5 Dampak Negatif dari Gaya Hidup BorosJanuary 21, 2022Bahaya, Ini 5 Dampak Negatif dari Gaya Hidup BorosJanuary 21, 2022Definisi Utang, Jenis Utang, dan Manajemen UtangFebruary 15, 2022Definisi Utang, Jenis Utang, dan Manajemen UtangFebruary 15, 20225 Alasan Mengapa Kondisi Ekonomi Tiap Orang Berbeda Menurut Para AhliNovember 17, 20215 Alasan Mengapa Kondisi Ekonomi Tiap Orang Berbeda Menurut Para AhliNovember 17, 2021Artikel Blog TerbaruApa Itu Demonetization, Tujuan, dan Prinsip DemonetizationJune 16, 2023Apa Itu Demonetization, Tujuan, dan Prinsip DemonetizationJune 16, 2023Apa itu Gas Wars dan Bagaimana Cara Menghindarinya?June 16, 2023Apa itu Gas Wars dan Bagaimana Cara Menghindarinya?June 16, 2023Listing Token Baru di Pintu SUI dan RNDRJune 15, 2023Listing Token Baru di Pintu SUI dan RNDRJune 15, 2023Contoh Surat Penagihan dan Cara MembuatnyaJune 15, 2023Contoh Surat Penagihan dan Cara MembuatnyaJune 15, 2023Apa itu MetaHuman dalam Metaverse?June 14, 2023Apa itu MetaHuman dalam Metaverse?June 14, 2023Lihat Semua Artikel ->
Konsumtif adalah kecenderungan untuk menghamburkan uang tanpa memikirkan tujuan dan manfaatnya. Dapat diperhatikan di situasi sekarang, masyarakat seakan tidak memperdulikan cara mengelola uang dengan baik karena maraknya online marketplace yang mendorong terjadinya transaksi digital secara rutin. Perilaku konsumtif adalah perilaku yang berbahaya untuk dimiliki karena jika dilakukan dalam kurun waktu lama akan berdampak pada kondisi finansial pelakunya. Agar lebih paham tentang apa itu konsumtif, yuk simak artikel berikut! Apa Itu Konsumtif? Konsumtif adalah kegiatan menghamburkan uang tanpa rencana maupun tujuan yang matang. Definisi lain dari konsumtif adalah perilaku atau gaya hidup serba mewah. Dapat diamati, di era digital saat ini, konsumtif adalah sebuah fenomena biasa, khususnya di kota-kota besar. Menurut KBBI, konsumtif bersifat konsumsi, hanya memakai dan tidak menghasilkan sendiri. Sedangkan menurut Erich Fromm, social psychologist asal Jerman, pengertian konsumtif yaitu ketika seseorang memiliki barang yang didasarkan atas pertimbangan status sosial. Pernyataan ini sesuai dengan kenyataan bahwa perilaku konsumtif adalah gaya hidup berlebih. Konsumtif adalah bentuk dari konsumerisme, ideologi yang membuat orang menggunakan sesuatu secara berlebihan. Selain itu, konsumtif adalah perilaku obsesi berlebihan pada kemewahan dan dapat merujuk pada kerugian finansial. Oleh karena itu, konsumtif adalah perilaku yang tidak boleh disepelekan. Ciri-Ciri Perilaku Konsumtif Perilaku konsumtif adalah sikap yang destruktif. Pada dasarnya, keadaan finansial seseorang sebaiknya diatur sedemikian rupa untuk mempersiapkan diri saat ada keadaan darurat. Maka dari itu, perilaku konsumtif adalah tingkah laku yang patut dihindari. Nah, bagaimana ciri-ciri perilaku konsumtif? Simak penjelasannya! 1. Membeli Barang dengan Impulsif Sebagaimana perilaku konsumtif adalah kegiatan menghamburkan uang. Salah satu ciri-ciri perilaku konsumtif yaitu membeli barang dengan impulsif. Maksud dari impulsif adalah tindakan pembelian secara mendadak oleh seseorang tanpa memikirkan konsekuensinya. Biasanya, perilaku konsumtif cenderung membeli barang secara berlebihan, khususnya ketika ada potongan harga. Pertimbangan yang melintas di pikiran seseorang dengan perilaku konsumtif adalah menarik atau tidaknya kemasan produk serta harga. Kedua pertimbangan tersebut dirasa cukup untuk melakukan pembelian tanpa perlu memikirkan manfaat dan tujuan barang tersebut. 2. Terlalu Mengikuti Tuntutan Sosial Selain menjadi impulsif, perlu diingat bahwa perilaku konsumtif adalah gaya hidup serba mewah. Kebiasaan membeli barang yang tidak diperlukan erat kaitannya dengan mengikuti tuntutan sosial. Seseorang dengan tingkat konsumerisme memiliki rasa gengsi yang besar atas penampilan dirinya dan anggapan lingkungan sosial. Maka dari itu, dapat dipahami bahwa konsumtif adalah aksi untuk menjaga simbol status sosial. Semakin banyak barang mahal yang dimiliki maka sifat keeksklusifan semakin tinggi sehingga menunjukkan letak kelas sosial seseorang. Baca juga Mengenal Apa Itu Impulse Buying, Faktor Pemicu, dan Tipsnya 3. Terlalu Terikat Pada Unsur Konformitas Poin terakhir dari ciri-ciri perilaku konsumtif adalah seseorang yang terlalu terikat pada unsur konformitas. Maksud dari unsur konformitas adalah pengaruh sosial saat seseorang mengubah sikap agar sesuai dengan norma sosial yang berlaku. Contohnya, jika ada seorang public figure terkenal di kalangan masyarakat, maka seorang dengan perilaku konsumtif akan mengikuti gaya artis tersebut. Mulai dari merek pakaian hingga gaya hidup yang dimiliki. Penyebab Perilaku Konsumtif Setelah mengetahui arti konsumtif, kini Anda juga perlu tahu penyebab perilaku konsumtif yaitu sebagai berikut 1. Faktor Internal Faktor internal yang dimaksud adalah beberapa aspek pada seseorang yang memicu gaya hidup konsumtif seperti motivasi, harga diri, kepribadian hingga konsep diri. Penjelasannya sebagai berikut Motivasi yang dimaksud adalah hal-hal seperti pemikiran atas standar tertentu. Standar ini mendorong seseorang untuk melakukan transaksi pembelian secara diri seseorang memiliki pengaruh kuat pada munculnya perilaku konsumtif. Jika seseorang memiliki harga diri rendah, maka akan lebih mudah untuk menunjukkan tingkah laku seseorang dalam kesehariannya sehingga berpotensi untuk menciptakan perilaku konsumtif yang mudah untuk diri memuat persepsi dan sikap orang pada dirinya sendiri. 2. Faktor Eksternal Berkaitan dengan lingkungan sosial, faktor eksternal erat kaitannya dengan keluarga, kebudayaan, tradisi serta kelas sosial. Keluarga sebagai kelompok terdekat dengan seseorang memiliki pengaruh penting untuk memberi panduan atau contoh dalam mengatur keuangan yang berdampak pada munculnya perilaku konsumtif. Kebudayaan membentuk perilaku seseorang sehingga dapat menjadi salah satu penyebab perilaku adalah hal-hal yang diwariskan oleh lingkungan sosial di masa lalu dan dijaga hingga sekarang. Tradisi secara tidak langsung dapat mempengaruhi perilaku konsumtif sosial dapat dipahami sebagai tingkatan atas dasar kekayaan, pengaruh atau kuasa, kehormatan serta ilmu pengetahuan yang digunakan untuk mengelompokkan anggota masyarakat. Adanya kelas sosial memicu seseorang memiliki perilaku konsumtif demi mematuhi syarat masuk ke kelas sosial tertentu. Dampak Negatif Dari Perilaku Konsumtif Konsumtif adalah kegiatan pemborosan. Mengikuti tuntutan sosial yang tidak ada habisnya memotivasi seseorang untuk memiliki perilaku konsumtif. Lalu, apa saja dampak negatif dari perilaku konsumtif? Yuk simak! 1. Ketidakstabilan Kondisi Finansial Konsumtif adalah perilaku yang tidak didasari pemikiran rasional. Tanpa perencanaan yang matang dan tujuan yang jelas, perilaku konsumtif adalah alasan utama dari kacaunya alokasi finansial seseorang. Seseorang yang konsumtif artinya rentan mengalami kesulitan finansial karena cenderung memprioritaskan hal-hal sepele. Hal ini menyebabkan berkurangnya dana darurat secara perlahan. Padahal, dana darurat perlu untuk dimiliki sebagai sumber keuangan dalam keadaan mendesak. 2. Inflasi Tingginya tingkat konsumerisme berpengaruh pada nilai uang suatu negara. Arti konsumtif adalah melakukan transaksi pembelian secara terus menerus. Kegiatan ini berpengaruh pada banyaknya uang yang beredar sehingga mampu menyebabkan inflasi. 3. Kesenjangan Sosial Mengincar kemewahan dan status sosial, konsumtif adalah salah satu faktor yang menciptakan klasifikasi sosial. Maka dari itu, dampak negatif dari perilaku konsumtif adalah semakin jelasnya kesenjangan sosial dalam lingkungan masyarakat. Adanya kategori kelas berdasarkan barang, jumlah aset maupun gaya berpakaian didukung oleh perilaku konsumtif sehingga kesenjangan sosial menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Contoh Perilaku Konsumtif Sebagai tambahan informasi, konsumtif adalah penggunaan barang yang tidak tuntas oleh seseorang. Nah, contoh perilaku konsumtif yang dapat Anda temui dalam kehidupan sehari-sehari yaitu sebagai berikut 1. Menghabiskan Gaji Untuk Barang Trendi Perilaku konsumtif ini sering terjadi pada kalangan pekerja yaitu menghabiskan gaji bulanan untuk berbelanja barang yang sebenarnya tidak diperlukan tapi sedang trendi. Siapa sangka bahwa dengan niat up to date dengan tren, seseorang telah mengaplikasikan perilaku konsumtif. 2. Me Time yang Berlebihan Memiliki waktu untuk diri sendiri atau me time di kedai kopi atau restoran perlu dilakukan agar mendapatkan ketenangan pikiran. Namun, perlu digaris bawahi bahwa melakukan me time juga memiliki batasan waktu dan anggaran. Jadi, lebih baik Anda membagi waktu serta anggaran me time secukupnya sehingga kondisi finansial tetap stabil. 3. Rutin Membeli Barang Secara Online Rutin membeli barang secara online adalah contoh konkret dari arti konsumtif. Di era digital ini, Anda hanya perlu membuka online marketplace yang dituju, mencari barang lalu membayar melalui mobile banking. Namun, ada baiknya pembelian melalui cara ini direncanakan terlebih dahulu sehingga tidak melebihi anggaran belanja. 4. Lebih Sering Membeli Produk Impor Kegiatan pembelian produk impor saat ini sedang diminati oleh kalangan muda. Harga yang cenderung lebih murah membuat masyarakat membeli barang-barang tersebut secara berlebihan. Sebagai tambahan informasi, membeli produk impor secara berlebihan juga berdampak pada terjadinya inflasi. Cara Mencegah Perilaku Konsumtif Setelah mengetahui pengertian konsumtif hingga contoh perilakunya, kini Anda juga perlu mengetahui cara mencegah perilaku konsumtif, sebagai berikut 1. Berhenti Mengikuti Tuntutan Sosial Perlu Anda ketahui bahwa tuntutan sosial tidak akan pernah hilang dan akan selalu berubah seiring berjalannya waktu. Untuk menghindari perilaku konsumtif, salah satu caranya adalah berhenti mematuhi tuntutan sosial. Fokus pada kehidupan pribadi serta tidak memperdulikan tekanan sosial yang ada dapat menghindarkan Anda dari perilaku konsumtif. 2. Membeli Hanya Ketika Butuh Aspek dasar dari konsumtif adalah belanja secara berlebihan. Maka dari itu, Anda perlu mengaplikasikan kebiasaan membeli sesuatu hanya saat benar-benar membutuhkannya. Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui seberapa penting dan bergunanya barang tersebut sebelum membeli. 3. Menghitung Biaya Pengeluaran Untuk mencegah pengeluaran biaya yang berlebihan, Anda dapat membuat rancangan anggaran belanja. Dengan menghitung biaya pengeluaran sebelum berbelanja, Anda bisa menghemat uang. Cara ini akan menjaga tabungan Anda dari pengeluaran yang tidak diperlukan. 4. Memahami Kelemahan Diri Sendiri Melakukan cara-cara di atas memang membantu untuk mencegah perilaku konsumtif. Namun, jika Anda belum menyadari kelemahan diri sendiri, maka akan sulit untuk melindungi diri dari pola pikir dan perilaku konsumtif. Oleh karena itu, ambil sedikit waktu Anda untuk memahami kelemahan diri sendiri. Contoh kelemahan yang dimaksud adalah hal apa yang menjadi pengeluaran terbesar Anda selama sebulan terakhir. Dengan melakukan identifikasi ini, Anda dapat lebih mudah mengatur keuangan. 5. Berusaha Untuk Berpikir Jangka Panjang Memahami bahwa konsumtif adalah gaya hidup serba cepat, maka kemungkinan mengalami kesulitan finansial dalam jangka panjang akan sulit dihindari. Maksud dari gaya hidup serba cepat disini adalah gaya hidup yang didasari keadaan pada kurun waktu terkini. Misalnya, ketika ada barang yang sedang marak dimiliki oleh masyarakat, Anda selalu ikut membeli barang tersebut untuk mengikuti tren. Tapi berkisar beberapa bulan saja, kecenderungan tersebut sudah kurang diminati, maka secara tidak langsung Anda telah mengeluarkan biaya yang besar untuk mengikuti euforia masyarakat bersifat sementara tersebut. Oleh karena itu, sebelum membeli barang trendi, penting bagi Anda untuk memahami bahwa tren akan terus berubah sehingga transaksi pembelian yang tidak diperlukan bisa dihindari. Nah, sekarang Anda lebih paham kan tentang apa itu konsumtif hingga cara mencegahnya. Perlu diingat, walaupun sekarang transaksi digital sedang diminati oleh mayoritas masyarakat tetapi perencanaan keuangan juga wajib diperhatikan sehingga perilaku konsumtif dapat dihindari. Jika Anda ingin mendapatkan informasi menarik lainnya, jangan lupa untuk berkunjung ke website Populix dan baca kumpulan artikelnya! Baca juga Gaya Hidup Minimalis, Ini Manfaat dan Tips Menerapkannya!
Konsumtif adalah salah satu perilaku manusia yang cukup membahayakan jika dibiarkan begitu saja. Terlebih, di jaman yang serba cepat dan praktis seperti sekarang dimana hampir semua orang dapat dengan mudah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan merupakan salah satu hal yang tidak terelakan bagi manusia. Sebab, setiap manusia pasti memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi untuk dapat bertahan hidup. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk dapat bertahan hidup yakni dengan membeli barang dan jasa yang dibutuhkan. Misalnya makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Namun, terkadang seseorang dapat terjebak dalam perilaku konsumtif dimana mereka menghabiskan uang yang ada hanya untuk memenuhi keinginannya. Padahal, barang tersebut tidak terlalu penting ataupun dibutuhkan. Sobat BFI, mari kita kenali lebih dekat apa itu perilaku konsumtif melalui tulisan yang satu ini. Apa Itu Konsumtif? Menurut KBBI Kamus Besar Bahasa Indonesia, konsumtif merupakan kata sifat yang memiliki arti mengonsumsi, hanya memakai, dan tidak menghasilkan sendiri. Secara garis besar, perilaku konsumtif adalah perilaku atau gaya hidup seseorang yang suka menghabiskan uangnya tanpa pikir panjang. Jika dibiarkan begitu saja perilaku konsumtif dapat menjadi masalah serius. Seperti timbulnya masalah finansial, stres, sampai dengan mengancam keseimbangan sumber daya alam. Contoh Perilaku Konsumtif Perilaku konsumtif adalah kecenderungan untuk terus membeli barang dan jasa secara berulang-ulang meskipun tindakan tersebut cukup membahayakan kondisi finansial. Agar Anda dapat memahami apa itu perilaku konsumtif, simak beberapa contoh berikut ini. 1. FOMO Selalu Ikut Tren Contoh perilaku konsumtif yang pertama adalah FOMO atau suatu tindakan untuk selalu mengikuti tren terkini. Orang yang FOMO akan senantiasa melakukan apa saja demi bisa mengikuti tren yang ada, tak terkecuali untuk merogoh kocek yang cukup lumayan untuk benda atau jasa yang menjadi bahan perbincangan banyak orang saat ini. Baca Juga FOMO Adalah Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mencegahnya 2. Rasa Gengsi yang Tinggi Contoh perilaku konsumtif berikutnya yakni adanya rasa gengsi yang tinggi demi meningkatkan status sosial, dianggap baik, keinginan untuk diterima dan diakui suatu kelompok atau lingkungan, serta memenuhi ekspektasi sosial. Perilaku konsumtif akibat rasa gengsi dapat terlihat dari kebiasaan membeli gadget atau elektronik terbaru, kendaraan dengan merek tertentu, dan membeli barang atau jasa terbaru meskipun tidak terlalu penting. 3. Gaya Hidup Mewah Hedonisme Hedonisme atau gaya hidup bermewah-mewahan merupakan contoh perilaku konsumtif berikutnya. Seseorang dengan gaya hidup hedonisme memiliki kecenderungan untuk mencari kepuasan secara instan dengan membeli berbagai barang atau jasa yang mereka inginkan tanpa pikir panjang. Alhasil, gaya hidup yang mereka anut ini membawa malapetaka untuk diri sendiri, khususnya masalah finansial yang tidak berkesudahan. Baca Juga Gaya Hidup Hedonisme Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya 4. Impulsive Buying Serupa dengan hedonisme, impulsive buying adalah tindakan membeli barang dan jasa secara tiba-tiba akibat adanya dorongan emosional, seperti keinginan untuk memiliki, takut kehabisan, takut ketinggalan jaman, sampai dengan adanya dorongan dari lingkungan orang tersebut berada. Contoh impulsive buying yang saat ini cukup marak terjadi yaitu menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang online secara terus menerus tanpa dipikir terlebih dahulu. Baca Juga Sudah Gajian? Simak Dulu Tips Mengontrol Belanja Impulsif Berikut Ini! Faktor Penyebab Perilaku Konsumtif Perilaku konsumtif dapat terjadi dikarenakan oleh dua faktor. Pertama, yakni adanya dorongan dari dalam diri atau faktor internal. Kedua, adanya pengaruh dari luar yang membuat seseorang berperilaku konsumtif atau yang dapat disebut sebagai faktor eksternal. Infografis Perilaku Konsumtif Image Source Digital Aset BFI Finance Faktor Internal Faktor internal atau dari dalam diri sendiri menjadi pemicu seseorang memiliki perilaku konsumtif. 1. Motivasi Adanya dorongan dalam diri untuk mewujudkan keinginannya. 2. Kepribadian Pola perilaku atau karakter seseorang. 3. Harga Diri Orang dengan harga diri rendah cenderung lebih mudah dipengaruhi ketimbang mereka yang memiliki harga diri tinggi. 4. Proses Belajar Pengalaman hidup seseorang menentukan apa yang akan ia beli. 5. Gaya Hidup Cara seseorang memanfaatkan waktu dan uang yang dimilikinya. Faktor Eksternal Selain faktor internal, perilaku konsumtif adalah gaya hidup yang dapat terjadi akibat pengaruh dari luar. Beberapa diantaranya yakni dipengaruhi oleh kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, dan keluarga. 1. Kebudayaan Perkembangan zaman dan pergeseran budaya di masyarakat dapat memicu perilaku konsumtif. 2. Kelas Sosial Golongan atas, menengah, bawah. Penggolongan berdasarkan kekayaan, kekuasaan, kehormatan, ilmu pengetahuan. 3. Kelompok Referensi Lingkup pergaulan yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma, dan perilaku belanja seseorang. 4. Keluarga Gaya hidup yang dianut suatu keluarga dapat mempengaruhi perilaku anggota keluarga yang ada. Dampak Negatif Perilaku Konsumtif Sebagaimana yang sudah Anda ketahui, perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang untuk menghabiskan uangnya hanya untuk memenuhi hasrat dan keinginan semata, tanpa mau mempertimbangkan apakah barang dan jasa yang dibeli adalah sebuah kebutuhan. Tak ayal, perilaku seperti memiliki kecenderungan negatif yang dapat berdampak pada seseorang. Dampak negatif yang menghantui mereka dengan gaya hidup ini diantaranya adalah Image Source Freepik/ 1. Masalah Finansial Orang dengan perilaku konsumtif cenderung berpikir secara rasional. Mereka sering menghabiskan uangnya untuk membeli barang dan jasa tanpa berpikir dua kali atau setidaknya didasari dengan tujuan yang jelas. Tak heran, tindakan mereka yang kurang bijak ini menjadi penyebab utama masalah keuangan seseorang. Ini dikarenakan mereka tidak dapat memprioritaskan kebutuhan utama mereka dan membiarkan keinginan dalam diri mereka selalu terpenuhi tanpa pikir panjang. Alhasil, sebagian dana yang bisa dialokasikan untuk dana darurat atau tabungan lenyap begitu saja. Orang dengan perilaku konsumtif juga kerap kali nekat untuk berhutang dan akrab dengan praktik gali lubang tutup lubang. Baca Juga 8 Resolusi Keuangan Untuk Tahun 2023 yang Lebih Baik! 2. Memicu Rasa Stres dan Cemas Perilaku konsumtif adalah perilaku yang dapat memicu seseorang mudah mengalami stres dan cemas. Hal ini terjadi sebagai bentuk konsekuensi dari tindakan mereka yang kurang bijak dalam membelanjakan uangnya dan berdampak pada kesulitan finansial. Ketika seseorang mengalami kesulitan secara finansial, mereka akan lebih mudah untuk merasa stres dan cemas akibat ketidakmampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama kebutuhan primer. Rasa stres dan cemas yang ada dapat diperparah bilamana terdapat tekanan sosial atau budaya yang menuntut seseorang untuk memiliki barang tertentu agar dapat dianggap sukses dan diterima dengan baik di suatu lingkungan. Baca Juga Jaga Kesehatan Mental, Mari Mengenal Lebih Dekat Toxic Positivity 3. Pemborosan Sumber Daya Penggunan berlebihan terhadap sumber daya seperti air, bahan bakar, dan lain sebagainya dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan manusia. Seseorang dengan perilaku konsumtif seringkali sumber daya seperti uang, bahan bakar, energi, dna lainnya untuk keinginan semata, bukan untuk memenuhi kebutuhan utama mereka. Jika dilakukan secara signifikan, tentu, bukan tidak mungkin akan membawa dampak kerusakan pada lingkungan serta perputaran ekonomi yang ada. Tips Menghindari Perilaku Konsumtif Perilaku konsumtif adalah gaya hidup yang sebetulnya dapat kita hindari melalui beberapa tips di bawah ini. 1. Kenali Mana Kebutuhan dan Keinginan Seringkali kita terjebak dalam situasi dimana tanpa sadar kita mengeluarkan uang untuk sesuatu yang ternyata tidak kita butuhkan atau istilah lainnya lapar mata. Fenomena ini dapat terjadi saat Anda tidak mampu memisahkan antara kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan adalah hal mendasar yang harus dipenuhi oleh seseorang demi keberlangsungan hidupnya, seperti makanan, pakaian, kesehatan, dan tempat tinggal. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang diinginkan oleh seseorang, namun tidak selalu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Keinginan umumnya bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh kepribadian, minat, sampai dengan kebiasaan. Tips Membedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan Beri waktu sejenak untuk berpikir dan bertanya pada diri sendiri apakah butuh atau sekedar ingin. Kelompokan keinginan dalam kategori tertentu. Hal ini dilakukan untuk mempermudah Anda dalam mengambil keputusan yang bijak. Misalnya keinginan yang berkaitan dengan hobi, karir, keluarga, keuangan, dan lain sebagainya. 2. Lakukan Budgeting Buat Anggaran Pengeluaran dan Pemasukan yang Jelas Tips yang kedua untuk mencegah terjadinya perilaku konsumtif adalah dengan melakukan budgeting. Budgeting dilakukan untuk memastikan anggaran pengeluaran dan pemasukan Anda tertata dengan baik, sehingga Anda tidak perlu untuk membeli sesuatu yang tidak perlu. Tips Melakukan Budgeting Secara Efektif Menentukan Tujuan Keuangan Sebelum Anda melakukan budgeting, penting untuk mengetahui gambaran jelas terkait tujuan yang akan Anda capai baik itu dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Ini berguna untuk membantu Anda dalam menentukan skala prioritas. Menghitung Total Pendapatan dan Pengeluaran Buat daftar terperinci terkait sumber pendapatan Anda, mulai dari gaji, bonus, passive income, dan lain sebagainya. Hitung juga semua daftar pengeluaran Anda, mulai dari kebutuhan bulanan, cicilan, dana rekreasi, dan lain-lain. Buat Daftar Kebutuhan dan Keinginan Kelompokkan pengeluaran yang Anda miliki ke menjadi kebutuhan dan keinginan. Dengan adanya daftar ini, Anda bisa dengan mudah memutuskan mana yang sebaiknya segera dipenuhi dengan yang tidak. Menentukan Batas Anggaran Setelah Anda berhasil menghitung total pendapatan dan pengeluaran, selanjutnya tentukanlah batas anggaran dari setiap kategori yang ada. Dengan begitu, keuangan Anda akan lebih tertata. 3. Jangan Terlalu Sering Mengikuti Tren Mengikuti tren dan perkembangan terkini boleh dikatakan sebagai makanan sehari-hari. Namun, untuk menghindari munculnya perilaku konsumtif dalam diri kita, ada baiknya untuk tidak terlalu sering mengikuti tren yang ada. Tren erat kaitannya dengan produk dan jasa yang baru. Hal ini dapat menjadi pemicu seseorang menginginkan barang tersebut, sehingga terjadi pemborosan secara finansial yang berdampak pada diri sendiri. 4. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain Setiap manusia pada dasarnya memiliki keunikan dan latar belakang yang sangat beragam. Fakta ini seharusnya bisa menyadarkan kita bilamana membandingkan diri dengan orang lain merupakan suatu tindakan yang tidak sehat dna menimbulkan tekanan finansial pada diri kita. Mulai sekarang, cobalah untuk berefleksi pada diri sendiri. Kenali siapa diri kita sebenarnya agar kita mampu memfokuskan pada nilai-nilai yang lebih penting, seperti kebahagian, kesehatan, dan hubungan baik dengan keluarga dan orang terdekat. 5. Belanja Sesuai Kemampuan Tips terakhir untuk dapat menghindari perilaku konsumtif adalah dengan berbelanja sesuai dengan kemampuan kita saat ini. Belanjakanlah uang yang Anda miliki secara bijak dan efektif. Pastikan untuk menyisihkan sebagian uang yang ada untuk menabung, berinvestasi, dan beramal. Sobat BFI, demikian pembahasan terkait Konsumtif Adalah Pengertian, Faktor Penyebab, Tips Menghindarinya. Harapannya, melalui tulisan ini Anda bisa memahami apa itu perilaku konsumtif dan dampaknya terhadap diri sendiri, orang lain, serta lingkungan. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang selalu bertumbuh ke arah positif. Ingin tahu informasi menarik lainnya seputar gaya hidup, bisnis, pinjaman, dan masih banyak lagi? Ikuti terus artikel terbaru di BFI Blog. Hadir setiap Senin-Jumat! Dapatkan pinjaman dana cepat dengan proses yang aman di mudah lewat hanya di BFI Finance! Beragam kebutuhan dari mulai modal usaha sampai dengan gaya hidup, semuanya bisa Anda wujudkan! Informasi selengkapnya terkait pinjaman bisa Anda akses melalui tautan di bawah ini. Jaminan BPKB Mobil Dapatkan dana pencairan hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun. Jaminan BPKB Motor Dapatkan pinjaman dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan. Jaminan Sertifikat Rumah Bunga rendah mulai dari per bulan dan tenor panjang hingga 7 tahun. Tunggu apalagi? Yuk, segera ajukan pinjaman di BFI Finance. Jangan sampai peluang yang ada terlewatkan begitu saja.
Pengertian dan Dampak Positif Negatif Perilaku Konsumtif – Salah satu macam dari 3 kegiatan ekonomi adalah konsumsi. Konsumsi dilakukan oleh konsumen, dimana kita dan semua manusia yang ada di dunia ini adalah konsumen. Karena sebenarnya kita adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri. Dan ketika kita membeli sesuatu kita sudah menjadi konsumen. Oke pada kesempatan ini saya akan share sedikit mengenai pengertian dan dampak positif negatif dari perilaku konsumtif. Dan berikut ini penjelasan singkatnya Pengertian perilaku konsumtif adalah suatu tindakan manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut dengan konsumen. Lihat pada artikel berikut ini untuk mengetahui pengertian dari konsumsi Pengertian konsumsi Perilaku konsumtif sangat tergantung dari beberapa faktor diantaranya adalah, pendapatan, selera, harga-harga barang yang dikonsumsi, dan keadaan emosi konsumen pada saat itu. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki pendapatan tinggi, tentu akan lebih banyak barang/jasa yang dikonsumsi bila dibandingkan dengan orang yang memiliki pendapatan yang lebih rendah. Demikian juga harga-haraga barang konsumsi, bila harga barang konsumsi rendah maka orang-orang pada umumnya akan menambah jumlah barang tersebut untuk dikonsumsi. Dampak positif perilaku konsumtif Kebutuhan manusia terpenuhiMemperoleh kepuasanMemperoleh pengalamanMemperoleh kenyamananMenjamin kontinuitas produksiMemberikan keuntungan pada penjual/distributor Dampak Negatif Perilaku Konsumtif Perilaku konsumtif akan berdampak negatif apabila dilakukan dengan berlebihan dan tidak semestinya, dan berikut ini dampak negatifnya Mengurangi kesempatan untuk sikap atau gaya hidup berlebihan maka akan menyebabkan terbiasa hidup boros. Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di
Juni 09, 2018 Perilaku konsumtif adalah tindakan individu sebagai konsumen untuk membeli, menggunakan atau mengkonsumsi barang atau jasa secara berlebihan, tidak rasional, menimbulkan pemborosan dan hanya mengutamakan keinginan atau kesenangan tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau manfaat dari barang atau jasa tersebut, bahkan hanya untuk memperoleh pengakuan sosial, mengikuti mode atau kepuasan pribadi. Konsumen dalam membeli suatu produk bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan semata-mata, tetapi juga keinginan untuk memuaskan keinginan dan kesenangan. Keinginan tersebut seringkali mendorong seseorang untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Diantara kebutuhan dan keinginan terdapat suatu perbedaan. Kebutuhan bersifat naluriah sedangkan keinginan merupakan kebutuhan buatan, yaitu kebutuhan yang dibentuk oleh lingkungan hidupnya, seperti lingkungan keluarga atau lingkungan sosial lainnya. Berikut ini pengertian dan definisi perilaku konsumtif dari beberapa sumber buku Menurut Setiaji 1995, perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang berperilaku berlebihan dalam membeli sesuatu atau membeli secara tidak terencana. Sebagai akibatnya mereka kemudian membelanjakan uangnya dengan membabi buta dan tidak rasional, sekedar untuk mendapatkan barang-barang yang menurut anggapan mereka dapat menjadi simbol keistimewaan. Menurut Sumartono 2002, perilaku konsumtif adalah suatu perilaku yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan rasional melainkan karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf tidak rasional lagi. Perilaku konsumtif melekat pada seseorang bila orang tersebut membeli sesuatu di luar kebutuhan need atau pembelian lebih didasarkan pada faktor keinginan want. Menurut Ancok 1995, perilaku konsumtif adalah kecenderungan manusia untuk melakukan konsumsi tiada batas, tidak jarang manusia lebih mementingkan faktor emosi dari pada faktor rasionalnya. Atau lebih mementingkan keinginan dari pada kebutuhan. Manusia tidak lagi membeli barang hanya semata-mata untuk membeli dan mencoba produk, walau sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan produk tersebut. Menurut Triyaningsih 2011, perilaku konsumtif merupakan perilaku membeli dan menggunakan barang yang tidak didasarkan atas pertimbangan secara rasional dan memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi sesuatu tanpa batas dimana individu lebih mementingkan faktor keinginan daripada kebutuhan serta ditandai oleh adanya kebutuhan mewah dan berlebihan, penggunaan segala hal yang paling mewah memberikan kepuasan dan kenyamanan fisik. Menurut Engel 2002, perilaku konsumtif merupakan tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Aspek-aspek Perilaku Konsumtif Menurut Lina & Rosyid 1997, terdapat tiga aspek perilaku konsumtif, yaitu sebagai berikut Pembelian Impulsif Impulsive buying. Aspek ini menunjukkan bahwa seorang remaja berperilaku membeli semata-mata karena didasari oleh hasrat yang tiba-tiba / keinginan sesaat, dilakukan tanpa terlebih dahulu mempertimbangkannya, tidak memikirkan apa yang akan terjadi kemudian dan biasanya bersifat emosional. Pemborosan Wasteful buying. Perilaku konsumtif sebagai salah satu perilaku yang menghambur-hamburkan banyak dana tanpa disadari adanya kebutuhan yang jelas. Mencari kesenangan Non rational buying. Suatu perilaku dimana konsumen membeli sesuatu yang dilakukan sematamata untuk mencari kesenangan. Salah satu yang dicari adalah kenyamanan fisik dimana para remaja dalam hal ini dilatarbelakangi oleh sifat remaja yang akan merasa senang dan nyaman ketika dia memakai barang yang dapat membuatnya lain daripada yang lain dan membuatnya merasa trendy. Sedangkan menurut Mangkunegara 2002, aspek-aspek perilaku konsumtif adalah sebagai berikut Pemilikan produk. Seseorang yang sudah memiliki suatu barang akan cenderung membeli sesuatu yang berkaitan dengan barang yang sudah dimiliki. Hal tersebut mendorong terjadinya perilaku konsumtif. Perbedaan individu. Perbedaan individu akan berpengaruh pada motif individu dalam melakukan pembelian. Ada individu yang membeli karena kebutuhan. Ada individu yang membeli karena ingin memperoleh kesenangan dari perilaku pembelian tanpa mementingkan kegunaan produk. Pengaruh pemasaran. Pengaruh pemasaran seperti display toko, iklan, promosi, diskon, dan sebagainya mendorong individu untuk berperilaku konsumtif. Pencarian informasi. Individu melakukan pembelian berdasarkan informasi yang dimiliki individu terkait suatu produk. Karakteristik Perilaku Konsumtif Menurut Sumartono 2002, karakteristik perilaku konsumtif adalah sebagai berikut Membeli produk karena iming-iming hadiah. Pembelian barang tidak lagi melihat manfaatnya akan tetapi tujuannya hanya untuk mendapatkan hadiah yang ditawarkan. Membeli produk karena kemasannya menarik. Individu tertarik untuk membeli suatu barang karena kemasannya yang berbeda dari yang lainnya. Kemasan suatu barang yang menarik dan unik akan membuat seseorang membeli barang tersebut. Membeli produk demi menjaga penampilan gengsi. Gengsi membuat individu lebih memilih membeli barang yang dianggap dapat menjaga penampilan diri, dibandingkan dengan membeli barang lain yang lebih dibutuhkan. Membeli produk berdasarkan pertimbangan harga bukan atas dasar manfaat. Konsumen cenderung berperilaku yang ditandakan oleh adanya kehidupan mewah sehingga cenderung menggunakan segala hal yang dianggap paling mewah. Membeli produk hanya sekadar menjaga simbol atau status. Individu menganggap barang yang digunakan adalah suatu simbol dari status sosialnya. Dengan membeli suatu produk dapat memberikan simbol status agar kelihatan lebih keren di mata orang lain. Memakai produk karena unsur konformitas terhadap model yang mengiklankan produk. Individu memakai sebuah barang karena tertarik untuk bisa menjadi seperti model iklan tersebut, ataupun karena model yang diiklankan adalah seorang idola dari pembeli. Munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya diri. Individu membeli barang atau produk bukan berdasarkan kebutuhan tetapi karena memiliki harga yang mahal untuk menambah kepercayaan dirinya. Keinginan mencoba lebih dari dua produk sejenis yang berbeda. Konsumen akan cenderung menggunakan produk dengan jenis yang sama dengan merek yang lain dari produk sebelumnya ia gunakan, meskipun produk tersebut belum habis dipakainya. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif Menurut Triyaningsih 2011, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif adalah sebagai berikut Hadirnya iklan merupakan pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan pada khalayak melalui media massa yang bertujuan untuk mempengaruhi masyarakat untuk mencoba dan akhirnya membeli produk yang ditawarkan. Konformitas terjadi disebabkan karena keinginan yang kuat pada individu untuk tampil menarik dan tidak berbeda dari kelompoknya serta dapat diterima sebagai bagian dari kelompoknya. Gaya hidup merupakan salah satu faktor utama yang munculnya perilaku konsumtif. Gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup yang meniru orang luar negeri yang memakai produk mewah dari luar negeri yang dianggap meningkatkan status sosial seseorang. Kartu kredit digunakan oleh pengguna tanpa takut tidak mempunyai uang untuk berbelanja. Daftar Pustaka Setiaji, B. 1995. Konsumerisme, Akademika No. 1. Tahun XIII. Surakarta Muhammadiyah University Press. Sumartono. 2002. Terperangkap dalam Iklan Meneropong Imbas Pesan Iklan Televisi. Bandung Alfabeta. Ancok, D. 1995. Nuansa Psikologi Pembangunan. Yogyakarta Pustaka Pelajar. Triyaningsih, 2011. Dampak Online Marketing Melalui Facebook Terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan. Engel, dkk. 2002. Perilaku konsumen. Jakarta Binarupa Aksara. Lina & Rosyid. 1997. Perilaku Konsumtif Berdasarkan Locus of Control Pada Remaja. Jurnal Psikologika Tahun II 1997. Mangkunegara, Anwar Prabu. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung Remaja Rosdakarya.
salah satu contoh sifat konsumtif adalah